Contoh FIFO sederhana
Misalnya Anda membeli 10 unit dengan harga Rp20.000 per unit, lalu membeli 10 unit berikutnya dengan harga Rp22.000. Ketika 12 unit terjual, pendekatan FIFO menggunakan 10 unit dari batch pertama dan 2 unit dari batch kedua untuk menghitung konsumsi persediaan.
Mengapa batch pembelian penting
Tanpa riwayat batch, perubahan harga beli mudah tercampur. Catatan batch menyimpan kapan barang masuk, jumlahnya, harga per unit, dan sisa yang belum digunakan.
FIFO dan stok fisik
FIFO pada pencatatan sebaiknya selaras dengan proses penyimpanan barang ketika karakter produk menuntut barang lama keluar lebih dahulu. Namun prosedur fisik tetap perlu disesuaikan dengan jenis barang dan operasional usaha.
FIFO bukan pengganti pencatatan transaksi
Metode apa pun tidak membantu jika pembelian dan penjualan tidak dicatat secara konsisten. Data transaksi tetap menjadi fondasi agar sisa batch dan modal dapat dihitung.
FIFO di BukuStok
BukuStok menyimpan pembelian sebagai batch dan mencatat konsumsi batch pada alur penjualan. Dengan begitu, perhitungan modal transaksi dapat mengikuti persediaan yang tercatat.
Pelajari fitur yang berkaitan
fitur FIFO dan stok BukuStok pencatatan penjualan dan keuntungan
Ingin pencatatan lebih terstruktur?
BukuStok membantu menghubungkan produk, pembelian, penjualan, biaya, keuntungan, pelanggan, piutang, dan outlet dalam satu aplikasi web.
Coba BukuStok